Lady Finger Sebagai Terapi Komplementer Penurun Kadar Kolesterol Tubuh

Authors

Nasrul Hadi Purwanto

Keywords:

Okra, Asam Urat, Hiperkolesterolemia, Komplementer

Synopsis

Hiperkolesterolemia atau peningkatan kadar kolesterol dalam darah diatas batas normal merupakan salah satu jenis PTM (penyakit tidak menular) yang mulai banyak dialami oleh masyarakat di dunia termasuk di Indonesia. Peningkatan kadar asam urat dalam darah yang tidak terkendali akan memunculkan respon nyeri atau rasa tidak nyaman kepada penderitanya. Tatalaksana farmakologi untuk menurunkan nyeri akibat peningkatan kadar kolesterol dalam darah seharusnya sesuai dengan advice dari dokter atau tenaga kesehatan yang kompeten di bidangnya. Namun fakta dilapangan menunjukkan bahwasanya penderita hiperkolesterolemia seringkali mengkonsumsi obat pereda nyeri asam urat yang dijual secara bebas tanpa melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dari dokter atau tenaga kesehatan yang kompeten. Hal ini secara tidak langsung akan menjadi suatu pembiasaan bagi penderita hiperkolesterolemia untuk mengatasi nyeri yang dialami dengan cara mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Konsumsi jenis obat-obatan tertentu dalam jangka waktu panjang dan tanpa pengawasan dari dokter atau tenaga kesehatan yang kompeten, berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan lain atau setidaknya menimbulkan ketergantungan obat pada penderita itu sendiri. Salah satu metode komplementer yang dikembangkan untuk mengatasi kejadian hiperkolesterolemia atau peningkatan kadar kolesterol dalam darah diatas batas normal adalah dengan mengkonsumsi tanaman okra. Metode konsumsi okra dapat dilakukan dengan cara dimasak bersama dengan makanan lain, dimakan secara langsung, dijadikan tepung okra atau metode pengolahan lainnya yang merupakan diversifikasi dari okra. Selain akan mendapatkan sensasi pengobatan baru, penderita hiperkolesterolemia juga akan mendapatkan manfaat akibat mengkonsumsi okra secara rutin. Mekanisme kerja dari okra atau manfaat dari mengkonsumsi okra memang tidak bisa dirasakan secara langsung oleh penderita hiperkolesterolemia. Hal ini dikarenakan terapi komplementer konsumsi okra membutuhkan waktu yang relatif lebih panjang dibandingkan dengan mengkonsumsi obat anti asam urat yang dijual secara bebas di pasaran. Namun dampak akibat mengkonsumsi okra sebagai terapi komplementer dalam mengatasi hiperkolesterolemia atau peningkatan kadar kolesterol dalam darah diatas batas normal, selain penderita dapat mengontrol kadar asam urat dalam darah, penderita juga akan mendapatkan manfaat lain akibat kandungan nutrisi yang terkandung dalam okra itu sendiri

Published

August 21, 2022

Details about the available publication format: Buku PDF - Preface

Buku PDF - Preface

Physical Dimensions

Details about the available publication format: Buku PDF

Buku PDF

Physical Dimensions